Rabu, 17 Januari 2018

Sejarah Nabi Muhammad S.A.W Lengkap

Sejarah Nabi Muhammad S.A.W. Bagian 1


Masa yang Pertama


Penghulu Kita Nabi Muhammad S.A.W. Beliau adalah utusan Allah kepada seluruh manusia, Penutup Nabi-nabi dan imam bagi Rasul-rasul. Beliau membawa agama Islam yang Allah tidak akan terima selain daripadanya di Hari Qiamat. Beliau adalah keturunan bangsa Quraisy, suatu suku yang terkenal dan termulia di Mekkah. Nasab Beliau bersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim  A.S.   Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdil Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushay bin Kilaab. Ibu beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdi Manaaf bin Zuhroh bin Kilaab. Nasab mereka berdua bertemu di datuk yang ke lima, yaitu Kilaab. Rasul telah kehilangan Ayahnya disaat beliau tengah dikandungan, umur Ayahnya 18thn, dan Ayahnya dimakamkannya di Madinah, serta tidak meninggalkan sedikitpun harta untuk Nabi Muhammad S.A.W. 

Nabi dilahirkan di Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, atau pada tahun Gajah. Dinamakan Tahun Gajah karena pada tahun tersebut Raja Habasyah ingin menghancurkan Ka’bah dan mengirimkan pasukannya, didalam pasukannya ada banyak sekali gajah. Lalu Allah membinasakan pasukan tentara tersebut sebagai suatu penghormatan kepada kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Beliau disusui setelah Ibunya, oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah pembantu paman Nabi yaitu Abi Lahab. Lalu disusui oleh Halimah As-sa’diyah sampai umur empat tahun. Setelah nabi berusia 6 tahun , wafatlah ibundanya tatkala ia kembali dari Madinah untuk berziarah ke makam Ayahnya, bersama ibunya itu turutlah datuknya yaitu Abdul Muthalib (ada yang berkata Ummu Aiman yang turut bersama Nabi dan membawanya kembali ke Mekkah). Ibu nabi dikuburkan di Abwa suatu desa antara Mekkah dan Madinah. Lalu Nabi dipelihara oleh Ummu aiman, seorang pelayan Ayah beliau.

Yang mengurus pendidikan Nabi setelah Ibunya wafat adalah daruk Nabi yaitu Abdul Muthalib. Beliau mencintai Nabi melebihi cinta terhadap anakn-anaknya sendiri. Ketika umur Nabi delapan tahun meninggalah datuknya, sesudah Ia menanggung pengasuhan Nabi selama 2 tahun. Sesudah datuknya meninggal, Nabi ditanggung asuahannya oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib yang tadinya miskin lalu Allah luaskan rizkinya. Nabi merasa cukup dengan apa-apa yang Allah berikan kepadanya. Nabi S.A.W ketika kecil suka menggembala kambing-kambing orang Mekkah dengan upah yang Beliau bisa hidup dengannya. Tatkala berusia 9 (ada yang berkata 13) Nabi berlayar ke Syam pertama kalinya dengan Pamannya Abu Thalib  membawa dagangan. Tatkala sampai ke tempat yang bernama Bushro, seorang Pendeta melihat Nabi, Lalu pendeta itu memberitahu Pamannya bahwa Beliau akan menjadi Nabi terakhir diantara Nabi-nabi. Pendeta itu meminta agar Nabi dipulangkan karena takut kepada musuh-musuh yang menanti beliau. Pendeta itu menetapkan kenabian Nabi Muhammad itu dari alamat-alamat yang tersebut dalam kitab-kitab.

Ketika berumur 25thn, Nabi S.A.W berlayar ke Negri Syam kedua kalinya membawa dagangan Siti Khadijah. Siti Khodijah adalah perempuan yang mulia dan berharta. Ia mengupah laki-laki dalam menjalankan hartanya. Khadijah memilih Nabi dalam untuk pekerjaan itu karena Ia pernah mendengar tentang kebenaran Nabi, tentang amanatnya-amanatnya dan akhlaq beliau yang mulia. Pelayan Khadijah Maisaroh ikut bersama Nabi. Keduanya berjual-beli dan kembali dengan keuntungan yang besar. (Ada yang berkata Pendeta Nasthura melihat Nabi dalam pelayaran sehingga Ia kenal bahwa beliau lah Nabi yang dinanti-nantikannya. Sesudah dua bulan sekembali Nabi dari pelayarannya yang kedua kali, Lalu Nabi nikah dengan Siti Khadijah (Khadijah yang meminang  Nabi). Diwaktu itu Nabi 25thn sedangkan Siti Khadijah 40thn. Sebelum menikah dnegan Nabi, Khadijah menikah dengan Abi Halah. Suaminya ini meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak lelaki bernama Halah (ada yang berkata namanya Hindun). Ia menjadi istri Rasulullah S.A.W dan tidak pernah Nabi nikahi yang lain daripadanya, sehingga Siti Khadijah wafat.

Saat Nabi berusia 35thn, kaum Quraisy meruntuhkan Ka’bah dan memperbaharui pembangunannya. Nabi S.A.W menolong merka dalam mendirikan Ka’bah itu. Dan Nabi mengangkat batu bersama-sama dengan pemuka Quraisy dan pamannya yang bernama Abbas. Lalu kaum Quraisy berselisih atas siapa yang akan menaruh batu Hajar Aswad ke tempatnya. Kemudian Mereka bersepakat bahwa pembawanya ialah orang yang pertama masuk Masjidil Harom. Maka adalah Rasulullah yang pertama kali masuk lalu kaum quraisy bergembira dan berkata kami ridho terhadap orang yang kepercayaan ini. Maka Nabi letakkan Batu tersebut di kain selendang dan meminta tiap-tiap ketua Quraisy memegang ujung-ujung selendang tersebut. Kemudian Mereka membawa kain tersebut sampai ditempatnya. Lalu Rasul mengambil batu tersebut dengan tangannya dan meletakkannya dengan tangan Beliau yang mulia, dengan begini hilanglah perselisihan dalam penetapan urusan tersebut. Serta kaum Quraisy takjub terhadap kecerdasan fikiran Rasul.


Nabi S.A.W termahsyur antara kaum-kaumnnya  dengan sifat-sifat beliau yang mulia.Seperti Benar, amanat, malu, merendah diri, sehingga Mereka menjulukinya AL-Amin (artinya orang yang terpercaya atau orang yang amanah). Kaum dan keluarga beliau sangat cinta dan hormat terhadap Beliau. Sesungguhnya Allah telah pelihara beliau agar terhindar dari perbuatan-perbuatan orang Jahiliyyah yang tidak baik. Semenjak masa kecilnya, Beliau tidak pernah sekali-kali meminum arak dan tidak pernah sekali-kali sujud kepada Berhala (patung). Sebelum menjadi Nabi, Allah telah memuliakan beliau dengan mujizat yang menunjukkan kebesaran masa dihadapan beliau. Diatara mu’jizat-muu’jizat tersebut adalah awan bagi Nabi dalam pelayarannya yang kedua kalinya di negeri Syam. 
Hasil gambar untuk Gua Hira
Goa Hiro
Tatkala hampir sampai umur 40thn, Nabi suka sekali berjauh diri dari pergaulandengan manusia dan beribadah. Nabi pilih beribadah di gua Hir. Yaitu sebuah gunung di jalanan menuju Mekkah. Nabi membawa  bekalan ke gua itu. Apabila bekalnya habis, Ia kembali ke Istri beliau Siti Khadijah lalu mengambil bekal. Adalah Nabi S.A.W menjalankan ibadah menurut agama datuk beliau yaitu Ibrahim A.S selama 1 bulan hingga bertahun-tahun. Bersambung ke Bagian 2


Sumber:

Ringkasan Nurul Yaqin untuk Murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Dan Sekolah Dasar
(SEJARAH NABI MUHAMMAD SALLALLAHU ALAIHI WASSALAM)
Diterjemah dari susunan Al-Ustadz Umar Abdul- Djabbar
JILID KE-1
DITERBITKAN OLEH:
Toko Kitab AHMAD NAJHAN
Panggung No. 146 Kotak Pos No. 350
SURABAYA

Penulis ulang dengan melengkapi
Bahasa Arab
Dan
Bahasa Indonesianya
Oleh
Alfanjirilailah Abu Ahmad Farhan Qarib
Batutapak Bogor
Ahad 23 Shofar 1434 H/2013 M









Share:

1 komentar:

Jam

BTemplates.com

Total Tayangan Halaman

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.