Sejarah
Nabi Muhammad S.A.W. Bagian 1
Masa yang Pertama
Penghulu
Kita Nabi Muhammad S.A.W. Beliau adalah utusan Allah kepada seluruh manusia,
Penutup Nabi-nabi dan imam bagi Rasul-rasul. Beliau membawa agama Islam yang
Allah tidak akan terima selain daripadanya di Hari Qiamat. Beliau adalah
keturunan bangsa Quraisy, suatu suku yang terkenal dan termulia di Mekkah.
Nasab Beliau bersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim A.S. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdil Muthalib
bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushay bin Kilaab. Ibu beliau adalah Aminah
binti Wahb bin Abdi Manaaf bin Zuhroh bin Kilaab. Nasab mereka berdua bertemu
di datuk yang ke lima, yaitu Kilaab. Rasul telah kehilangan Ayahnya disaat
beliau tengah dikandungan, umur Ayahnya 18thn, dan Ayahnya dimakamkannya di
Madinah, serta tidak meninggalkan sedikitpun harta untuk Nabi Muhammad S.A.W.
Nabi dilahirkan di Mekkah pada hari Senin,
tanggal 12 Rabi’ul Awwal, atau pada tahun Gajah. Dinamakan Tahun Gajah karena pada
tahun tersebut Raja Habasyah ingin menghancurkan Ka’bah dan mengirimkan pasukannya,
didalam pasukannya ada banyak sekali gajah. Lalu Allah membinasakan pasukan
tentara tersebut sebagai suatu penghormatan kepada kelahiran Nabi Muhammad
S.A.W. Beliau disusui setelah Ibunya, oleh Tsuwaibah
Al-Aslamiyah pembantu paman Nabi yaitu Abi Lahab. Lalu disusui oleh Halimah As-sa’diyah
sampai umur empat tahun. Setelah nabi berusia 6 tahun , wafatlah ibundanya tatkala
ia kembali dari Madinah untuk berziarah ke makam Ayahnya, bersama ibunya itu turutlah
datuknya yaitu Abdul Muthalib (ada yang berkata Ummu Aiman yang turut bersama
Nabi dan membawanya kembali ke Mekkah). Ibu nabi dikuburkan di Abwa suatu desa
antara Mekkah dan Madinah. Lalu Nabi dipelihara oleh Ummu aiman, seorang
pelayan Ayah beliau.
Yang mengurus pendidikan Nabi setelah Ibunya
wafat adalah daruk Nabi yaitu Abdul Muthalib. Beliau mencintai Nabi melebihi
cinta terhadap anakn-anaknya sendiri. Ketika umur Nabi delapan tahun meninggalah
datuknya, sesudah Ia menanggung pengasuhan Nabi selama 2 tahun. Sesudah
datuknya meninggal, Nabi ditanggung asuahannya oleh pamannya yang bernama Abu
Thalib. Abu Thalib yang tadinya miskin lalu Allah luaskan rizkinya. Nabi merasa
cukup dengan apa-apa yang Allah berikan kepadanya. Nabi S.A.W ketika kecil suka
menggembala kambing-kambing orang Mekkah dengan upah yang Beliau bisa hidup
dengannya. Tatkala berusia 9 (ada yang berkata 13) Nabi berlayar ke Syam
pertama kalinya dengan Pamannya Abu Thalib membawa dagangan. Tatkala sampai ke tempat
yang bernama Bushro, seorang Pendeta melihat Nabi, Lalu pendeta itu memberitahu
Pamannya bahwa Beliau akan menjadi Nabi terakhir diantara Nabi-nabi. Pendeta
itu meminta agar Nabi dipulangkan karena takut kepada musuh-musuh yang menanti
beliau. Pendeta itu menetapkan kenabian Nabi Muhammad itu dari alamat-alamat
yang tersebut dalam kitab-kitab.
Ketika berumur 25thn, Nabi S.A.W berlayar
ke Negri Syam kedua kalinya membawa dagangan Siti Khadijah. Siti Khodijah
adalah perempuan yang mulia dan berharta. Ia mengupah laki-laki dalam menjalankan
hartanya. Khadijah memilih Nabi dalam untuk pekerjaan itu karena Ia pernah
mendengar tentang kebenaran Nabi, tentang amanatnya-amanatnya dan akhlaq beliau
yang mulia. Pelayan Khadijah Maisaroh ikut bersama Nabi. Keduanya berjual-beli
dan kembali dengan keuntungan yang besar. (Ada yang berkata Pendeta Nasthura
melihat Nabi dalam pelayaran sehingga Ia kenal bahwa beliau lah Nabi yang
dinanti-nantikannya. Sesudah dua bulan sekembali Nabi dari pelayarannya yang
kedua kali, Lalu Nabi nikah dengan Siti Khadijah (Khadijah yang meminang Nabi). Diwaktu itu Nabi 25thn sedangkan Siti
Khadijah 40thn. Sebelum menikah dnegan Nabi, Khadijah menikah dengan Abi Halah.
Suaminya ini meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak lelaki bernama Halah
(ada yang berkata namanya Hindun). Ia menjadi istri Rasulullah S.A.W dan tidak
pernah Nabi nikahi yang lain daripadanya, sehingga Siti Khadijah wafat.
Saat Nabi berusia 35thn, kaum Quraisy meruntuhkan
Ka’bah dan memperbaharui pembangunannya. Nabi S.A.W menolong merka dalam
mendirikan Ka’bah itu. Dan Nabi mengangkat batu bersama-sama dengan pemuka
Quraisy dan pamannya yang bernama Abbas. Lalu kaum Quraisy berselisih atas
siapa yang akan menaruh batu Hajar Aswad ke tempatnya. Kemudian Mereka
bersepakat bahwa pembawanya ialah orang yang pertama masuk
Masjidil Harom. Maka adalah Rasulullah yang pertama kali masuk lalu kaum
quraisy bergembira dan berkata kami ridho terhadap orang yang kepercayaan ini.
Maka Nabi letakkan Batu tersebut di kain selendang dan meminta tiap-tiap ketua
Quraisy memegang ujung-ujung selendang tersebut. Kemudian Mereka membawa kain
tersebut sampai ditempatnya. Lalu Rasul mengambil batu tersebut dengan
tangannya dan meletakkannya dengan tangan Beliau yang mulia, dengan begini
hilanglah perselisihan dalam penetapan urusan tersebut. Serta kaum Quraisy takjub
terhadap kecerdasan fikiran Rasul.
Nabi S.A.W termahsyur antara kaum-kaumnnya
dengan sifat-sifat beliau yang
mulia.Seperti Benar, amanat, malu, merendah diri, sehingga Mereka menjulukinya
AL-Amin (artinya orang yang terpercaya atau orang yang amanah). Kaum dan
keluarga beliau sangat cinta dan hormat terhadap Beliau. Sesungguhnya Allah
telah pelihara beliau agar terhindar dari perbuatan-perbuatan orang Jahiliyyah
yang tidak baik. Semenjak masa kecilnya, Beliau tidak pernah sekali-kali
meminum arak dan tidak pernah sekali-kali sujud kepada Berhala (patung).
Sebelum menjadi Nabi, Allah telah memuliakan beliau dengan mujizat yang
menunjukkan kebesaran masa dihadapan beliau. Diatara mu’jizat-muu’jizat
tersebut adalah awan bagi Nabi dalam pelayarannya yang kedua kalinya di negeri Syam.
![]() |
| Goa Hiro |
Tatkala hampir sampai umur 40thn, Nabi suka sekali berjauh diri dari pergaulandengan
manusia dan beribadah. Nabi pilih beribadah di gua Hir. Yaitu sebuah gunung di
jalanan menuju Mekkah. Nabi membawa
bekalan ke gua itu. Apabila bekalnya habis, Ia kembali ke Istri beliau Siti
Khadijah lalu mengambil bekal. Adalah Nabi S.A.W menjalankan ibadah menurut
agama datuk beliau yaitu Ibrahim A.S selama 1 bulan hingga bertahun-tahun. Bersambung ke Bagian 2
Sumber:
Ringkasan Nurul
Yaqin untuk Murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Dan Sekolah Dasar
(SEJARAH NABI
MUHAMMAD SALLALLAHU ALAIHI WASSALAM)
Diterjemah dari
susunan Al-Ustadz Umar Abdul- Djabbar
JILID KE-1
DITERBITKAN
OLEH:
Toko
Kitab AHMAD NAJHAN
Panggung
No. 146 Kotak Pos No. 350
SURABAYA
Penulis ulang dengan
melengkapi
Bahasa Arab
Dan
Bahasa Indonesianya
Oleh
Alfanjirilailah
Abu Ahmad Farhan Qarib
Batutapak Bogor
Ahad 23 Shofar 1434
H/2013 M










Bagian 2 menyusul karena banyak sekali :)
BalasHapus